Mendaki Gunung Sindoro Via Kledung

SEBELUM MENUJU SINDORO (INTRO)

Puncak Gunung sindoro

Di pertengahan tahun 2021 wabah Covid-19 makin merajalela di indonesia, khusunya di pulau jawa, sampai-sampai banyak pekerja yang di behentikan sementara maupun PHK. 

Waktu itu karena kejenuhan yang terus melanda akibat #dirumah saja akhirnya saya  memutuskan untuk naik gunung, dengan beranggotakan 4 orang, awalnya kami akan berangkat akhir bulan juni, namun alam berkata lain, hampir seluruh jawa di minggu itu di guyur hujan lebat, akhirnya kami mengurungkan niat dan rescedule jadwal ke minggu depan yaitu tanggal 3-4juli.

Singkat cerita tanggal 2 Juli pada saat akan berangkat tiba-tiba 2 teman saya berhalangan hadir, yang satu kena covid dan yang satunya lagi kena musibah jatuh dari motor, emang belum rejeki. namun pada  akhirnya saya dan teman saya (rizwan) tetap memutuskan untuk berangkat walaupun pemerintah sudah mengumumkan tanggal 3 juli PPKM darurat di pulau jawa dan bali yang artinya semua tempat wisata di tutup, tak terkecuali restoran dan perkantoran.

Sore hari di terminal cicaheum Bandung memang nampak sepi waktu itu karena berita PPKM ini sangat menakutkan bagi semua orang, karena untuk pergi ke luar kota saja harus menggunakan surat vaksin dan test swab, oh yah waktu itu pada saat akan naik bus kami melihat info terlebih dahulu di instagram, banyak muncul postingan beberapa gunung yang langsung tutup di tanggal 3 juli, namun khsusus gunung sindoro ini masih belum pasti karena belum ada info resmi dari basecamp, saya dan rizwan pun tetap sepakat untuk pergi ke wonosobo, kalau misalkan sindoro tutup kami bisa lari ke prau, karena info resminya prau tutup tanggal 5juli.

Suasana di sore di terminal Cicaheum

BERANGKAT !!

Pukul 19.00 Bus sinar jaya melaju dari terminal cicaheum, tidak begitu ramai penumpang sampai-sampai kami bebas pilih kursi untuk tiduran hehehhee. Sekitar pukul 22.30 kami mendapatkan kabar dari sosmed ternyata gunung sindoro bakal tutup tanggal 4 juli, alhamdulillah bisa tidur nyenyak akhirnya. lets go sindoro !!

Kami tiba di Terminal Mendolo Wonosobo sekitar pukul 03.30 pagi, turun dari bus langsung melipir sejenak di warung kopi yang ada di dalam terminal untuk sekedar menghangatkan tubuh.

FYI: untuk menaiki gunung sindoro via kledung kami di haruskan memiliki surat sehat, karena kami sebelumnya tidak membawa surat sehat dan rencanannya akan membuat surat sehat di dekat basecamp sindoro yang ternyata tidak ada klinik dekat basecamp (nanti saya ceritakan) padahal di terminal ada yang nawarin surat sehat, (nyesel gak bikin surat sehat di terminal). hiks...

Menaiki bus 3/4 menuju basecamp

MENUJU BASECAMP SINDORO

Pukul 04.20 kami pun bergegas menuju basecamp sindoro via kledung, menaiki bus 3/4 dari terminal mendolo dengan tarif 15K, perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit dari terminal mendolo, basecamp sindoro via kledung ini lokasinya berada tepat di pinggir jalan jadi tinggal bilang aja ke kernetnya mau naik gunung sindoro sudah pasti akan di turunkan di basecamp kledung hehehee

Pukul 05.00 kami tiba di basecamp sindoro via kledung, basecampnya sendiri cukup luas karena mirip gedung serbaguna, bisa menampung puluhan hingga ratusan pendaki untuk beristirahat sebelum ataupun sesudah pendakian. Waktu itu memang banyak pendaki yang sedang beristirahat, mereka sengaja bermalam di basecamp sebelum mereka melakukan pendakian, oh yah, kami menyempatkan sholat subuh terlebih dahulu di mesjid dekat basecamp, dan pemandangannya subhanallah, gunung sumbing yang menyapa terlihat memanjakan mata. 

Suasana Basecamp Sindoro via kledung

Pemandagan dari halaman Masjid

SIMAKSI GUNUNG SINDORO SINDORO

Loket pendakian gunung sindoro di buka pukul 08.00 pagi, karena kami belum memiliki surat sehat alhasil kami tanya2 mengenai info lokasi terdekat klinik, ternyata lokasinya ada 1km dari basecamp, hadeuh,,,, tau gitu beneran deh kami buat surat sehat di terminal, akhirnya sekitar pukul 07.00 kami putuskan untuk menuju klinik tersebut dengan berjalan kaki, oh yah klinik tersebut buka pukul 08.00 wekwekwekweks.

Sisi baiknya adalah saat berjalan menuju klinik sebari menikmati udara segar di pagi hari, pemandangannya indah sekali, di sebelah kiri ada gunung sumbing dan disebalah kanan ada gunung sindoro, pagi yang indah memang.

Gunung Sumbing

Setibanya di klinik kami melipir sejenak ke warung nasi untuk sekedar sarapan, wajib sarpaan nih  biar tensi darah normal wkkwkwkw

sekitar pukul 07.50 klinik pun buka, kami bergegas untuk mengecek kesehatan, oh yah bayarnya 20k, setelah selesai mendapatkan surat kami bergegas kembali menuju basecamp, kali ini menaiki bus 3/4 dengan tarif 2k.

Di basecamp sendiri kami harus mendata barang-barang yang di bawa untuk di laporkan kepada pihak basecamp, jadi keluarkan barang2 di dalam carrier lalu jangan dulu di masukan karena akan di cek oleh pihak Basecamp, tujuan dengan pendataan seperti ini adalah untuk melihat kesiapan para pendaki dan juga untuk mencatat sampah yang harus di bawa turun nanti karena akan di cek juga sebelum mengambil identitas yang di simpan di basecamp, tiket pendakian gunung sindoro via kledung sendiri 25k/orang 


MENDAKI GUNUNG SINDORO

Pukul 09.20 kami memulai pendakian dengan menaiki ojek. bukan karena tidak sanggup menuju pos 1 tetapi lebih kepada pengalaman menaiki ojek gunung dan turut membantu perekonomian warga sekitar, so you must try !!

Ongkos ojek sekitar 20K cukup efektif memotong waktu yang kalau dengan berjalan memakan 1-2jam-an, sedangkan menaiki ojek kamu hanya membutuhkan waktu 20 menit saja menuju POS 1,5 , oh yah untuk berjaga-jaga saat menaiki ojek kamu bilang saja ke mas ojeknya untuk jangan ngebut-ngebut agar tidak terjadi hal yang di inginkan, waktu itu saya di ajak ngebut oleh masnya sampe bibir saya kering karena gak bisa diam saat menaiki ojek melewati jalan makadam, pokoknya astagfirullah banget, rasanya jantung masih ketinggalan di basecamp.

POS 1,5 , batas ojek gunung sindoro

Sekitar pukul 09.40 kami tiba di POS 1,5, stamina kami masih full karena belum melakukan pendakian hehehe, akhirnya kami tancap gas saja menuju pos 2, track menuju pos 2 cenderung landai dan vegetasi sudah mulai rapat, banyak pepohonan jadi kami bisa tracking dengan nyaman tanpa harus kepanasan.

Sekitar 10.20 kami tiba di POS 2, di pos 2 sendiri terdapat warung dan arenya cukup terbuka juga terdapat shelter yang bisa di pakai saat darurat, disini kami bisa melihat pemandangan gunung sumbing yang seolah-olah memberi semangat,  pos 2 sendiri berada di ketinggian 1980 Mdpl

POS 2 Gunung Sindoro Via Kledung


Gunung Sumbing dari pos 2
 
Sekitar 15 menit istirahat akhirnya kami putuskan lagi untuk tancap gas menuju pos 3, tidak banyak istirahat karna memang stamina belum terkuras habis, oh yah track menuju pos 3 sudah mulai memaksa dengkul bekerja extra keras, jalanan di dominasi oleh track bebatuan dan pohon tumbang, memang Pos 2 Menuju Pos 3 via kledung ini adalah salah satu yang terberat,  walaupun mungkin jika di ukur garis lurus jaraknya tidak sampe 2km namun karena track yang begitu menguras tenaga alhasil perjalann kami lalui sekitar 2-jaman hufffttt...

Track menuju POS 3





Sekitar pukul 12.15 kami sampai juga di pos 3 dengan ketinggian 2315 Mdpl, disini areanya cukup luas untuk mendirikan camp, juga terdapat warung dan menjadi warung terakhir sebelum menuju puncak, waktu itu masih sepi dengan tenda karena para pendaki cenderung pasang tenda di sunrise camp, selling point dari sunrise camp sendiri adalah tempatnya sedikit terbuka, jadi jika hari cerah bisa melihat pemandanga gunung sumbing dan lampu gemerlap kota, ok kami putuskan untuk lanjut menuju sunrise camp !!

Pos 3 Gunung Sindoro Via kledung


Menuju Sunrise camp, ada satu tanjakan yang memang sangat curam dan sangat licin ketika hujan , maka dari itu pengelola memasang tali di sepanjang tanjakan tersebut, tanjakan iconic (dibaca aikonik) gunung sindoro nih hehehehe, estimasi waktu dari pos 3 menuju sunrise ±30 menitan

Tanjakan sebelum menuju Sunrise Camp

Alhamdulillajh Sampai di sunrise camp, karena masih siang alhasil masih banyak spot camp yang kosong, kami pasang tenda agak ke tengah berharap dapet city view nanti malem, tapi dari siang hingga malam cuaca berkabut hanya sesekali kabut hilang dan nampak gunung sumbing yang mengintip malu2 

Sunrise camp

Salah satu view dari sunrise camp


FYI : di gunung sindoro masih banyak babi, jadi hati2 kalau menyimpan makanan, bisa2 babi tersebut masuk ke dalam tenda hehehe

SUMMIT MENUJU PUNCAK SINDORO

Pukul 04.30 pagi kami memulai summit menuju puncak sindoro, track menuju puncak sendiri bebatuan dan terjal, dibutuhkan effort lebih mengingat dari awal summit saja sudah di hadapkan dengan tanjakan2 yang bikin nangis dengkul, mungkin tracking pole sangat membantu mengurangi beban dengkul.

Namun, ketika vegetasi sedikit demi sedikit mulai terbuka, pemandangan di pagi buta benar-benar memanjakan mata, pemandangan pegunungan di arah timur jawa ini benar-benar menghipnotis siapa saja yang melihatnya, seolah-olah menyapa dan berbisik "tak usah terburu-buru menuju puncak, mari bersantai bersamaku" 

Pemandangan Pagi buta, Masih jauh dari puncak !!


Oh yah, jangan heran sebelum pos watu tatah banyak sekali spot foto yang kece, jadi siapkan memori hp yang banyak karena kita sedang menyaksikan sekeping surga yang jatuh ke bumi !! enjoy



Kami tiba di Pos 4 watu tatah sekitar jam 6.30 pagi, disana adalah spot paling instagramable se sindoro hahaha, pas kami kesana banyak sekali pendaki yang mengantri untuk di foto di atas batu tinggi yang menjulang dan langsung menghadap gunung sumbing, watu tatah sendiri berada di ketinggian 2838 Mdpl, karena banyak yang ingin foto alhasil kami skip saja untuk berfoto di watu tatah, oh yah watu tatah ini area nya terbuka dan sudah masuk sabana gunung sindoro, tak lupa bau belerang pun sudah mulai tercium artinya puncak masih jauhhhh hahahahakhaahahk

Pos 4 Watu Tatah

Pos 4 sendiri di tandai dengan vegetasi yang terbuka dan hamparan sabana yang luas, saya kira dari sabana menuju puncak track akan berubah sedikit lebih "manusiawi", ternyata sama saja , sama-sama terjal !! menguras emosi dan mental, untung saja pemandangannya luar biasa indah jadi sedikit tersemangati 

Pemandangan dari sabana Gunung sindoro

Sabana gunung sindoro


Dari sini track menuju puncak sudah tidak karuan lagi, karena tidak ada jalur khusus jadi harus jeli memilih jalan agar dengkul tidak bekerja terlalu ekstra keras, puncak semakin dekat ditandai dengan tidak adaanya rumput dan pepohonan yang hidup atau biasa disebut hutan mati, juga bau belerang yang sangat menyengat.


Finally sekitar 8 pagi akhirnya kami sampai juga di puncak gunung sindoro, walaupun memang agak sedikit tertatih-tatih, hiksssssss. Di puncak sindoro sendiri terdapat sebuah kawah bernama kawah jolotundo. sebenernya pengen sih mengitari kawah dan melihat pemandangan yang luar biasa dari berbagai sisi puncaknya. namun rasanya walaupun masih jam 8 matahari begitu membara di tambah bau belerang yang menyengat, di sarankan jangan terlalu siang sih sampai puncaknya.

inilah moment moment yang saya abadikan di puncak gunung sindoro....

Puncak gunung sindoro, di sebelah utara ada gunung prau







Setelah puas selfie dan menikmati pemandangan di puncak gunung sindro sekitar pukul 09.00 kami pun memutuskan untuk turun kembali ke Sunrise camp, perjalanan turun memang terasa lebih cepat namun tetap saja harus berhati-hati. Ada sebuah kejadian beberapa anak muda yang turunnya berlari-lari, alhasil ketika pijakan tidak tepat dia terlontar ke depan, untung saja dia terjatuh menabrak tanah padat, hanya saja kepalanya kunang-kunang dan sekujur badan mengalami beberapa luka , itulah yang dia ceritakan kepada saya, karena kondisi jatuhnya sendiri tepat tidak jauh dari tempat saya sedang beristirahat

Sebelum sampai di Sunrise camp teman saya rizwan kakinya sedikit keseleo, di tambah persediaan air sudah habis, mengingat porsi minum rizwan sedikit lebih banyak daripada saya. Walaupun berjalan pelan akhirnya sekitar pukul 11.00 kami sampai di sunrise camp, namun tanpa kordinasi antara kami berdua si rizwan tiba-tiba langsung tancap gas menuju POS 3, entah apa yang di inginkannya, saya sempat menyusulnya dan akhirnya bertemu kembali, ternyata tujuan dia ke pos 3 adalah membeli air minum, di luar dugaan !! untung saja tidak terjadi apa-apa !!
sungguh porsi minumnya sangatlah warrrbiazaaaa.... Harga air mineral besar di POS 3 sendiri sebesar 20K. 

Singkat cerita kami meninggalkan sunrise camp sekitar pukul 12.30, dan sampai di POS 1.5 sekitar pukul 14.00, dengan uang seadanya kami memutuskan kembali untuk menaiki ojek menuju basecamp.

Ojek yang setia menunggu para pendaki untuk turun di pos 1,5

Sesampainya di basecamp kami bebersih terlebih dahulu sebelum pulang menuju bandung, karena kondisi saat itu sedang PPKM darurat maka aktivitas cenderung sepi, terlebih banyak penyekatan di jalan, untung saja kami masih bisa pulang tanpa harus embel2 surat sehat ataupun antigen, walaupun kondisi transportasi saat itu sangatlah sepi, semoga keadaan cepat membaik.

Sayonara Sindoro



Tips Mendaki Gunung Sindoro

*Pastikan membawa surat sehat dari kota masing-masing agar tidak buang waktu saat di BC
*Siapkan perlengkapan pendakian kamu mulai dari peralatan hingga logistik
*Siapkan fisik dan Mental secara prima
*Berdoa sebelum pendakian
*Pastikan kebutuhan air tercukupi karena jalur via kledung tidak ada sumber air
*Gunakanlah ojek agar memotong waktu
*Berjalan santai saja karena dengkul akan bekerja sangat extra keras
*Bermalam di POS 3 ataupun sunrisecamp agar tidak terlalu jauh dari puncak
*Gunakan masker saat berada di puncak, karena bau belerang cukup menyengat
*Usahakan sampai puncak jangan terlalu siang, menghindari panas dan bau belerang
*Bawa sampahmu turun !!
*Selamat mendaki 

almostbackpacker.com adalah lanjutan cerita dari crazytravelmate.com


Ayye Arifin

We Are Crazy ^_^

No comments:

Post a Comment