Camping Pinggir Sungai lagi , Wisata Capolaga Ramah untuk Anak !!

Masih wisata riverside setelah sebelumnya kami kemcer di Ranca Cangkuang, si bocil lagi suka-sukanya nih kemping pinggir sungai, walaupun sudah musim penghujan tetapi kami tetap mencoba berwisata ke alam, namun tetap dengan pertimbang-petimbangan yang matang. kali ini kami mencoba kemping di wisata alam Capolaga Subang !!

Wisata Capolaga Subang

Lokasinya berada di Subang, untuk bisa kemping di capolaga ini kamu harus booking area terelebih dahulu, kamu bisa booking di Wisata Alam Capolaga, nah nanti di beritahu lokasi camp yang kosong dan total pembayaran, waktu itu sih kami bayar 40K/orang (weeekend) untuk semalam menginap.

Kemping kali ini kami di temani oleh keluarga naufal (tetangga rumah)  dengan mengajak anak istrinya, karena riverside memang lebih cocok untuk anak-anak terlebih sungai yang dangkal dapat menjadi tempat bermain mereka. Okey, Pagi hari kami janjian di lembang, namun ternyata saya sendiri yang ngaret di karenakan jalanan kota bandung pagi itu cukup padat, untung teman saya ini berbaik hati tidak mempersoalkan tentang itu, sorry bro hehehehe.

Ok lanjut, kami arahkan sepeda motor kami menuju subang, arah menuju wisata capolaga ini cukup jelas kok, nanti sebelum memasuki ciater tepatnya di pertigaan cagak/ kantor desa ciater kita ambil lurus masuk ke jalan kecil, habis itu kita tinggal ikuti jalan utama melewati perkebunan teh yang memanjakan mata. untuk bisa  kemping di capolaga ini kita harus booking terlebih dahulu yah, agar kebagian tempat di pinggir sungai, terlebih weekend sudah pasti penuh, karena kami telah booking di blok 4 curug sawer maka kami masuk dari pintu 1 (FYI : capolaga ini memiliki 2 pintu masuk, namun untuk campers disarankan memilih pintu 1 karena pemandangannya gokil dan dekat ke curug sawer maupun curug karembong. 

Masuk pintu 1 capolaga

Pada saat kami tiba di pintu 1 capolaga kami di hadang oleh petugas dan langsung di tanya "mau camping?", saya pun menjawab "iya betul pak sudah booking", lalu petugas tersebut melihat list di secarik kertas yang berisikan nama-nama, dan taraaaaaaaa ternyata nama saya tidak ada, alhasil sayapun harus mengurus administrasi terlebih dahulu di kantor, oh yah lokasinya kantornya tepat berselahan dengan pos masuk, areanyapun cukup nyaman, sepertinya manajemen cukup "rapih" untuk sekelas curug/camping ground.

Pos pemeriksaan

Setelah berdiskusi, ternyata ada kesalahan pahaman dari pihak capolaga, pada intinya kami tetap boleh masuk dan camping di karenakan sudah booking terlebih dahulu.. yeay..  Oh yah, parkiran mobil/ motor cukup luas. waktu itu belum banyak pengunjung, rata-rata yang berkunjung hanya tektok/tidak camping, mungkin kami masih kepagian hehheehe.

Kantor capolaga

Fasilitas penginapan capolaga
Area parkir
Untuk mencapai lokasi camping, kami memulai tracking, lebih tepatnya menuruni anak tangga yang lumayan banyak, kalau di bilang jauh sih enggak, di bilang deket juga enggak, untungnya sih jalannya turun jadi tidak terasa. Kalau kamu bawa barang bawaan yang sangat buanyakk jangan khawatir karena disini tersedia jasa angkut barang (porter) harganya sendiri sekitar 25k. 

Menuju area kemping menuruni anak tangga

Jalur menuju camping ground sangat tertata rapih, cukup aman untuk anak-anak, namun jika musim hujan harus berhati-hati, karena akan sangat licin, jika bawa lansia sepertinya harus di perhatikan lagi karena jalur turun akan terasa mudah, namun untuk jalur naik membutuhkan effort yang lebih. disarankan jika bawa lansia camping di pintu 2 capolaga, konon jarak dari parkiran menuju lokasi camping ground sangat dekat. 

Sekitar 15 menit menuruni anak tangga akhirnya kami sampai di lokasi camping ground capolaga, beberapa tenda sudah terpasang, karena disini sistemnya booking tempat, alhasil beberapa tempat khususnya untuk rombongan sudah diberikan penanda oleh pihak pengelola, sebelumnya kami booking tempat hanya melihat dari foto saja, tidak di berikan site layout dari pihak capolaga jadi masih meraba-raba untuk lokasinya, ternyata blok 4 lokasinya berada di sebrang jembatan, lokasi yang sedikit nyempil, namun tidak jauh dari toilet maupun warung.

Blok 4 lokasinya berada di sebrang jembatan

Sebelum adzan dzuhur kami membangun tenda, namun pas sedang membangun tenda ada beberapa petugas menghampiri kami,, kami ditanya tentang administrasinya, dari bagian kantor kayaknya belum kordinasi dengan bagian lapangan, setelah perbincangan yang cukup menguras waktu akhirnya kami di perbolehkan untuk membangun tenda ditempat itu, wkkwkw memang agak ribet sih tapi percayalah itu demi kenyamanan.

Setelah tenda terpasang waktunya kami masak-masak, namun anak-anak sudah tidak sabar bermain air, terlebih anaknya si naufal yang cenderung usianya lebih dewasa daripada anak saya, keinginan untuk bermain airnya sangat tinggi, hahahaha. Kalau saya sendiri sih hanya duduk-duduk di depan tenda, pengennya sih sebenernya pasang hammock, namun di blok 4 ini tidak ada pohon yang ideal untuk di jadikan tiang.

Sore hari gerimis-pun turun, namun cukup tertutupi oleh rindangnya pohon di sekitar sungai, saya-pun mengajak anak saya bermain air di sungai dan menyusurinya hingga ke curug karembong, curug karembong ini airnya sedang deras jadi kami tidak banyak bermain air disini, hanya sekedar foto-foto dan menikmati cipratan curug karembong,

Curug karembong

Oke lanjut, tak jauh dari lokasi kami berkemah ada juga curug sawer, debit airnya jauh lebih sedikit walupun sedang musim hujan sangat cocok untuk bermain anak-anak, 

Curug Sawer

Tadinya kami mau melanjutkan tracking sampai pintu 2 , namun entah kenapa tidak jadi dan akhirnya balik lagi hehehehe

Malam hari tidak begitu gelap karena tersedia beberapa lampu penerangan yang di pasang oleh pihak pengelola, ada juga di beberapa spot colokan listrik jadi jangan khawatir kehabisan baterei hehehe. sebelumnya saya dan si naufal sudah mencari ranting dan batang kayu untuk di jadikan api unggun, niatnya sih bikin api unggun murah tanpa harus mengeluarkan budget, namun di luar dugaan, api unggun yang kami buat tidak berhasil menyala, sudah melakukan beberapa teknik, usut punya usut ranting dan kayu yang kami bakar masih basah akibat hujan kemarin, alhasil kami akan melakukan cari yang menurut kami "terakhir" yaitu dengan membeli bensin. Jadi kami keluar capolaga dan membeli bensin eceran, tidak jauh kok dari wisata capolaga.

Mencari perbensinan wkwkkwkw

Setelah mendapatkan bensin, kamipun mencoba kembali menyalakan api ungun, namun tetap saja api tidak mau membakar kayu2 yang basah, alhasil ada tragedi yang kurang mengenakan. pada saat si naufal akan menyemburkan bensin ke sela-sela kayu, tiba-tiba api tersebut menyambar ke lengannya, si naufalpun langsung melempar botol bensin tersebut, nyaris terkena tenda saya, sekitar 10cm-an lagi, lalu di tendang lah botol yang masih menyala api tersebut ke sungai namun tidak sampai sungai, masih di bagian semak-semak, alhasil kami ber 4 pun gotong royong mematikan api tersebut, hahaha merasa konyol.

PS : setelah di bantu di beri spirtus oleh rombongan lain pun kayu tidak mau terbakar, memang kayu basah bener2 susah !! kami harus banyak belajar !! Akhirnya, malam kami habiskan duduk depan tenda menghabiskan waktu dengan berbagai obrolan.

Suasana malam hari di tenda

Paginya, sekitar jam 4 subuh, hujan cukup deras, membangunkan saya dan seketika saya langsung keluar mengambil power bank yang diletakan di stop kontak, untung saja tempat charge ada sedikit penutupnya, jadi cukup aman, setelah itu karena cuaca yang cukup menggoda untuk sarungan lagi akhirnya sayapun kembali masuk tenda dan tidur kembali ditemani suara hujan yang menyiprati bagian flysheet.

Sekitar jam 6 pagi hujan-pun reda, di luar tenda sudah terdengar suara manusia-manusia yang sedang beraktivatas, dna benar saja, ada yang sedang bermain air, nyuci peralatan hingga melamun.

Bocil-bocil bangun di pagi hari

Kami-pun tak mau kalah, setelah sarapan, saya dan anak-anak kembali bermain air, hingga waktu tak terasa sudah siang dan kami harus pulang ke rumah masing-masing dikarenakan jika terlalu sore akan turun hujan, maklum kami memakai kendaraan roda dua dan membawa anak-anak jadi harus pintar-pintar menporsir waktu.

Overall kemping wisata alam di capolaga ini cukup menyenangkan, terlebih dengan fasilitas yang ada cukup aman untuk kamu yang bawa keluarga tak terkecuali anak-anak.

Next time jika musim kemarau kayaknya enak kemping lagi di capolaga airnya bakalan jernih parah sih dan debit airnya tidak terlalu besar... kuy ahhh !!


HARGA/TARIF WISATA CAPOLAGA 

Tiket  Masuk Wisata/ tdk Camping    :

Dewasa Weekend  :  Rp 17.000 

Weekday               :  Rp.15.000

Anak Weekend : Rp.10.000 Weekday : Rp. 8.000


Tiket Camping    :

Dewasa       : 40.000

Anak-Anak  : 25.000

Suport Listrik & Penerangan MCK :

Rp. 50.000/Grup/Malam


Tiket Parkir

Mobil : 10K (weekend), 8K (weekday)

Motor : 6K (weekend), 5K (weekday)

Bus : 50K (weekend), 50K (weekday)

Truck : 20K (weekend), 15K (weekday)


Peralatan Camping 

Tenda Pleton Kap. 50 orang : Rp,1.600.000/mlm

Tenda kap. 10 orang : Rp. 300.000/mlm

Tenda kap. 5 orang : Rp. 200.000/mlm

Tenda kap. 3 orang : Rp. 150.000/mlm

Matras : Rp. 6.000/mlm

Sleeping bag : Rp.12.000/mlm

Dispenser + Galon : Rp.60.000

Isi ulang Galon : Rp. 25.000

Kayu Bakar : Rp. 80.000/pikul

Sound System Portabel : Rp. 250.000/hari

Foto Prewedding Rp. 350.000/hari


Selamat Berlibur Campers !!





Ayye Arifin

We Are Crazy ^_^

No comments:

Post a Comment