Gunung Guntur Via Citiis Lagi

Jujur, jarang banget nih naik gunung tektokan. Padahal paling enak itu kemping, bisa lebih santai menikmati suasana, itu sih yang paling bikin kangen. Tapi, karena waktu yang terbatas, tren tektokan jadi solusi paling masuk akal buat kamu untuk mendaki ke sebuah gunung, tapi disarankan untuk gunung yang ketinggiannya tidak lebih dari 3000 mdpl yah, karena resikonya besar sekali. 

Gunung Guntur

Pulang kerja kami langsung menuju basecamp gunung guntur via citiis, awalnya sih kami akan mendaki gunung guntur via cikahuripan namun setelah berdiskusi dengan teman2 akhirnya di putuskan via citiis. Bakalan nostalgia nih, soalnya sudah lama banget tidak ke guntur, mungkin terakhir sekitar 2017an, mengingat status gunung guntur sendiri adalah cagar alam.

Kami tiba di basecamp citiis sekitar pukul 11 malam, tidak banyak pendaki saat itu dan kebanyakan emang mau pada tektokan, didominasi oleh pendaki usia muda, di basecamp sendiri terdapat beberapa gubuk yang disediakan untuk istirahat para pendaki, namun kami istirahat di sebuah mushola yang terletak persis di samping basecamp tersebut.

Singkat cerita setelah istirahat sekitar pukul 02.00 pagi kami memulai pendakian. elevasi basecamp sendiri sekitar 900mdpl-an yang, itu artinya kami harus mendaki sekitar 1000mdplan.

Awal pendakian jalurnya sudah berubah drastis ketimbang terakhir saya mendaki (2017), sekarang jalurnya udah di cor beton, tetapi hanya jalur utamanya saja sih, nah tepat sebelum kopi guntur ada jalan di sebelah kanan dengan kontur jalan bebatuan, disitulah titik utama pendakian gunung guntur.

Masih sama seperti dulu, jalur bebatuan menjadi ciri khas gunung guntur, jalannya cukup jelas namun ada beberapa percabangannya jalan, ikuti saja tali rapia yang di kaitkan di pohon jika tidak ada petunjuk jalan. Karena gelap, kami harus sedikit lebih jeli untuk memilih jalan.

Dari basecamp ke Pos 1 membutuhkan waktu sekitar 50 menit. Jalurnya landai-landai aja, masih friendly buat kaki yang belum panas. Sampai di Pos 1, ada beberapa gubuk buat ngopi-ngopi atau sekadar rebahan, kami beristirahat sejenak disini.

Lanjut menuju Pos 2, trek sudah mulai menanjak, masih di dominasi trek tanah dan bebatuan, butuh sekitar 20 menitan. Di sini kita bakal lewatin aliran sungai kecil, tapi di pos 2 ini gak ada fasilitas gubuk dan lahannyapun kecil.

Kami beristirahat sejenak di Pos 2 untuk sekedar mengatur nafas, karena dari Pos 2 sampai ke Pos 3 trek sudah mulai berupa tanjakan yang tiada henti, sesekali pula kami harus menaiki batu yang besar. Nah jika vegetasi sudah mulai agak terbuka artinya kita sudah hampir sampai di Pos 3. Yaps, Pos 3 sendiri di tandai oleh beberapa gubuk yang menurut saya fasilitasnya sangat lengkap, ada warung, mushola, toilet dan tempat untuk berteduh. Di Pos ini pula perwakilan anggota kelompok harus melapor sekaligus menitipkan KTP sebagai jaminan, tujuannya agar para pendaki bisa lebih kepantau apakah mereka sudah turun dari puncak atau belum. Btw di pos 3 ini mata air melimpah yahh... 

Di Pos 3 kami istirahat cukup lama, sekitar 1 jam lebih, termasuk sholat dan menyeduh kopi hangat, trek gunung guntur yang sebenarnya ialah selepas pos 3, kalau orang bilang sih miniaturnya semeru, treknya berpasir, ada beberapa jalan yang bisa di lalui, sebelum ke puncak 1 sebaiknya naik jalur yang sebelah kanan, walaupun sama sama berpasir tetapi jalur sebelah kanan lebih padat ketimbang jalur kiri yang cocok untuk jalur turun.

Tips penting, jangan sekali kali pakai sendal jepit kalau kakimu gak mau lecet kena bebatuan kecil yang mirip pasir, walaupun batu kecil tapi tajem2, pakai sepatu gunung yang menutupi tumit serta gaiter untuk menimalisir batu masuk ke sepatu.

Dari Pos3 menuju Puncak 1 pemandangannya sendiri cukup memanjakan mata, waktu itu kami disuguhkan cuaca yang cerah dan juga lautan awan, padahal waktu itu sedang musim hujan, rejeki anak sholeh. Kalau dulu dari pos 3 ke pos 1 sekitar 1 jam-an, entah kenapa diusia yang lagi lucu-lucunya ini malah menghabiskan waktu sekitar 2jam-an. 

Kami sampai di Puncak 1 sekitar pukul 07.00 pagi, dengan pemandangan yang begitu memukau, dan akhirnya kami berlama lama lagi disini dengan menyeduh pop mie juga kopi, awalnya kami akan melanjutkan ke puncak 2 tetapi sekitar pukul 08.00 cuaca tiba2 berubah menjadi kabut tebal menutupi puncak 1 hingga ke puncak tertingginya, alhasil dengan berbagai pertimbangan kami sudah cukup saja sampai Puncak 1, karena disini saja landscape pemandangan sudah cukup memukau.


Jadi, Guntur Cocok Nggak buat Pemula?

Banyak yang bilang Guntur itu "miniatur Semeru" yang friendly buat pemula. Tapi menurut saya? Tetap aja capeknya minta ampun! Jadi, kalau kamu pemula yang mau nyoba, wajib persiapkan fisik dan mental. Jangan cuma modal semangat "pengen update status" doang, karena Gunung Guntur bakal ngetes ketahanan lutut kamu sampai maksimal.

Meski capek, rasa pas sampai di atas (atau pas sudah balik ke basecamp dengan selamat) itu nggak bisa dibohongin—puas banget!

Ada yang udah pernah ke Guntur via Citiis juga? Gimana pengalaman kalian? Tulis di kolom komentar ya, atau kalau mau lihat detail perjalanannya, bisa tonton video lengkapnya di sini: Link Video


Post 2026

Ayye Arifin

We Are Crazy ^_^

No comments:

Post a Comment