Festival Balon Udara Wonosobo - Lapangan Semayu, Selomerto

Ada satu waktu dalam setahun di mana Wonosobo berubah menjadi magnet luar biasa bagi ribuan pasang mata. Tepatnya di momen-momen pasca-Lebaran, saat tradisi tahunan menerbangkan balon udara tradisional digelar. Nggak mau ketinggalan magisnya momen ini, saya memutuskan buat nge-gas ke salah satu spot yang pemandangannya ciamik yaitu di Lapangan Semayu, Kecamatan Selomerto.

Festival Balon Udara Semayu

FYI : di wonosobo banyak sekali spot atau tempat yang melaksanakan balon udara, utamanya di wilayah garung maupun kalikajar, jadi kalian bisa bebas memilih sesuai dengan keinginan.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, di lapangan semayu sangat di padati penonton dan tentu saya harus mengatur strategi agar perjalanan bersama keluarga menjadi menyenangkan tanpa harus terjebak macet berlebih saat acarana nanti. Maka dari itu saya sengaja berangkat malam hari biar sampai di lokasi masih pagi buta. Hal ini tentu agar memudahkan pula saya dalam mencari lahan parkir nantinya.

Jam 4 Pagi: Sampai di Lokasi

Sekitar jam 4 pagi, saya beserta keluarga sampai kawasan Selomerto. Udara dingin khas Wonosobo di jam segini langsung menusuk tulang. Di tengah kegelapan subuh, saya sempat celingukan nyari lokasi parkir sampai akhirnya nanya ke warga lokal yang bertugas.

"Mas, kalau mau ke balon udara parkirnya di mana?" tanya saya. "Sampean lurus terus, setelah jembatan pas, belok kiri. Di sana ada petugasnya, Mas. Ke pojok ujung aja," jawab si Mas petugas dengan ramah. Lokasi parkir mobil sendiri mungkin sekitar 100-200 meter daari lapangan selomerto.

Saya pun langsung mengarah ke pojok ujung lapangan yang dimaksud. Tarif parkirnya murah banget, cuma Rp10.000. waktu itu belum terlalu ramai yang parkir mobil, hanya ada beberapa. karena mungkin masih jam 4 pagi. Karena acara di mulai jam 6 pagi akhirnya kami semua istirahat di dalam mobil sekaligus menikmati subuh yang cukup dingin, namun untungnya cuaca pagi itu sangat cerah.

Dari tempat parkir

Jam sudah menunjukan pukul 05.30, pengunjungpun sudah mulai berdatangan, tempat parkir yang tadinya masih bisa di isi akhirnya sudah tidak bisa menampung lagi, kamipun bergegas untuk menuju lapangan dengan jalan kaki, Untungnya perjalanan kali ini si kecil tidur nyenyak sepanjang perjalanan, jadi  ketika bangun dia tidak rewel. Alhamdulillah.

Di sepanjang jalanmenuju lapangan, siluet pegunungan Wonosobo perlahan mulai kelihatan, bikin rasa lelah sedikit terobati.

Gunung Sindoro

Aturan Main: Cuma Ada Waktu 2 Jam!

Satu hal penting yang harus kamu tahu tentang Festival Balon Udara Wonosobo adalah durasinya yang super singkat. Acara ini cuma berlangsung dari jam 6 sampai jam 8 pagi. Cuma 2 jam! Kenapa? Karena setelah jam 8 pagi, angin biasanya sudah mulai kencang dan itu bahaya banget buat balon udara tradisional. Jadi, kita bener-bener harus memaksimalkan waktu yang singkat ini.

Begitu saya masuk ke Lapangan Semayu, suasananya udah riuh banget. Orang-orang berjejal di pinggir lapangan. Di beberapa titik, kelompok pemuda atau kru balon sibuk mempersiapkan properti mereka. Sebelum terbang, balon-balon raksasa ini harus diisi dulu dengan asap pembakaran atau udara panas dari tungku buatan. Perlahan tapi pasti, kain-kain bermotif itu mulai mengembang dan menegak.

Saya menyempatkan diri buat beliin si kecil balon mainan bentuk kuping kelinci biar dia nggak rewel. Sambil nunggu balon-balon raksasa naik, kami duduk-duduk santai sambil sarapan. Nggak perlu khawatir kelaparan atau kehausan, karena di sekeliling lapangan banyak banget warga lokal yang jualan aneka jajanan. Jadi, sembari mata dimanjakan oleh pemandangan aesthetic balon udara dan gunung, mulut bisa tetep asyik mengunyah makanan. Benar-benar definisi nyantai with the view !!

Pagi hari balon mulai mengudara

Jam 6.30 Pagi: Balon Mulai Terbang

Sekitar jam 6.30 pagi, momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Udara panas yang mengisi penuh rongga balon membuat mereka siap dilepas ke angkasa. Satu per satu balon udara tradisional mulai naik ke langit.

Sumpah, pemandangannya luar biasa indah! Berasa bukan lagi di Indonesia, Balon-balon ini punya motif yang unik dan kreatif banget. Ada yang motif batik etnik, geometris warna-warni, sampai ada balon kocak bermotif hantu/setan dan buaya. Ribuan mata wisatawan yang memadati lapangan langsung bersorak dan bertepuk tangan setiap kali ada balon yang berhasil membubung tinggi.

Kelebihan menonton balon udara di lapangan semayu ini adalah selain lapangannya yang luas dan aksesnya yang mudah, latar belakang pegunungan di belakangnya seperti gunung sindoro, sumbing dan prau menjadi salah satu frame yang patut untuk di abadikan, apalgi cuaca pagi itu sangat cerah dan minim angin sehinggga balon udara terbang sempurna ke atas. 

Cakeeeeepppp

Suasana Riuh di Lapangan: Pengumuman MC dan Serbuan Drone

Di tengah keriuhan itu, suara MC dari podium utama tidak berhenti menggema lewat pengeras suara. Suasananya makin seru dengan adanya pembagian lima doorprize menarik buat para pengunjung. Ada juga momen saat MC harus mengumumkan info kehilangan: "Ditemukan kunci motor berjumlah empat, . Bagi yang merasa kehilangan, silakan mengubungi panitia...", hingga teguran ramah buat penonton agar jangan naik turun dari podium lewat tangga karena mengganggu mobilitas panitia.

Kalau kamu melihat ke atas, langit Semayu pagi itu nggak cuma ramai oleh balon udara, tapi juga dikepung oleh drone para videografer dan live streamer. Jumlahnya banyak banget! mungkin saya hitung bisa puluahn, Saking padatnya lalu lintas udara, MC sampai memberikan peringatan kepada para pilot drone.

Oh yah, karena saya juga waktu itu bawa drone tak lupa untuk mengabadikannya lewat udara, dan benar saja, saking banyaknya drone yang terbang saya sendiri sampai bingung drone milik saya, ahhhh gass aja semoga gak tabrakan dengan orang lain , keep safety fly yah kawan-kawan.


Festival Balon Udara Semayu

Gunung Sindoro sebagai backgroundnya
Another

Jam 8 Pagi: Ruplak dan Terjebak Kemacetan

Begitu jam menunjukkan pukul 8 pagi, festival pun resmi berakhir. Balon-balon udara perlahan mulai diturunkan. walaupun sebelumnya banyak juga yang tumbang karena meledak/pecah di atas udara.

PR nih ketika pulangnya, jalaanan dipadati ribuan manusia dan pastinya kemacetan tak terhindarkan, ketika saya dan keluarga jalan kaki kembali menuju tempat parkir mobil, kondisinya bener-bener ruplak alias padat merayap. Ribuan orang keluar dari lapangan di waktu yang bersamaan. Pas sampai parkiranpun kendaraan kami terjebak tidak bisa keluar karena posisinya berada di pojokan, dan kalau di pikir2 keluar pada saat itu pun pasti kena macet parah karena jalan yang padet dan gak bergerak sama sekali !!

"Wah, nggak gerak kayaknya ini. Kita mesti nunggu dulu euy, !!"

Kalau diingat-ingat lagi dari pantauan kamera drone di atas lapangan tadi, jumlah pengunjungnya bener-bener seperti lautan manusia. Mirip kayak suasana konser musik skala besar. Kalau posisi kita di bawah, kita nggak bakal kelihatan saking padatnya.

Akhrinya kami menunggu 1jam-an sambil mengistirahatkan kaki yang pegal, perjalanan subuh kali ini bener-bener sebanding dengan apa yang didapat. Pengalaman melihat langsung balon-balon raksasa menghiasi langit Wonosobo dengan latar gunung adalah memori yang nggak bakal terlupakan bagi saya dan keluarga.

Buat kamu yang mau ke sini tahun depan, pastikan siapkan fisik, dan datanglah sebelum subuh !! see u next story, thanks you !!

Berikut video lengkapnya 




Our Galery :




Ayye Arifin

We Are Crazy ^_^

No comments:

Post a Comment